#30harimenulis 30 Kenapa Menulis?

Because the biggest lie I tell myself is “I don’t need to write that down, I’ll remember it”. Meh! Seringkali saya memutuskan untuk tidak mencatat apapun ide yang melintas di otak saya dan meyakinkan diri bahwa saya akan mengingatnya dan tidak mungkin lupa. Berhasil? Seringnya ngga LOL. Lebih ngga tau diri lagi karena saya ngga nyadar kalau saya ini seseorang yang lumayan pelupa. Jangankan untuk ide yang munculnya random lalu gampang menghilang, mengingat hari atau tanggal pun kadang saya harus diingatkan berkali-kali. Saya ini seorang ‘quotes hoarder’, penimbun banyak quotes bagus (dan kasar), jadi rasanya suka agak-agak gondok gitu kalau … Lanjutkan membaca #30harimenulis 30 Kenapa Menulis?

#30harimenulis 29 5 Movies That Surprisingly Good!

I admit, tulisan ini (dan tulisan kemarin) adalah ‘antologi’ dari caption-caption IG saya yang ngereview film-film yang baru saya tonton. Mohon dimaklum karena lagi banyak urusan dan waktu makin sempit sekali rasanya minggu ini ( ) Kedua, HATI-HATI. Tulisan ini penuh dengan spoilerrr *evil smirk* Heerree we gooo! Saya (entah sejak kapan) jadi penggemar film sejarah Jerman, khususnya tentang Nazi dan yak, lagi-lagi ini film tentang Nazi. Kali ini becandaan plot twist-nya kelewatan! Dan saya ngga ngira Remember yang dibintangi kakek-kakek sebagai peran utamanya ini akan menghasilkan cerita yang bagus. Giling! Saya dipermainkan! Jadi ceritanya ada seorang kakek bernama Zev … Lanjutkan membaca #30harimenulis 29 5 Movies That Surprisingly Good!

#30harimenulis 28 5 Film yang Nyesel Ditonton

Baiklah! Kali ini saya mau share 5 film yang saya sesali setelah nontonnya karena berbagai macam alasan. Ini mah bener-bener tergantung penikmat filmnya. Tapi biasanya, utamanya, karena cerita yang ngga menarik buat saya. Cuss! Kalo di lagu dibilang medley, kalo di buku dibilang antologi, kalo di film katanya dibilang omnibus. Love Actually ini macam begitu, beberapa cerita dijejalkan di sebuah film. Sejujurnya saya berharap banyak karena casts-nya yang keren-keren, tapi dengan konsep cerita umplek-umplekan gitu sayangnya jadi ngga maksimal. Membahas tentang casts yang (WAW) bagaikan British All Stars turun semua, karya ini (duh) dibawah ekspektasi. Cerita yang dibahas serabutan dan … Lanjutkan membaca #30harimenulis 28 5 Film yang Nyesel Ditonton

#30harimenulis 27 Bestfriends

Typical libur lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tidak pernah pergi kemanapun. Dua kampung saya; Garut dan Bukittinggi rasanya (duh) terlalu jauh untuk dikunjungi. Dan alternatif mengisi liburan dengan jalan-jalan pun bukan hal yang menggoda mengingat (you know) edannya kepadatan lalu lintas yang sudah sangat bisa terbayangkan. Menonton liputan arus mudik, arus balik, arus liburan di tempat-tempat wisata sudah cukup bisa bikin saya menyerah duluan. Cari aman, maka saya selalu stay dirumah saja. Tapi, tentu ngga hanya stay dirumah seminggu penuh. Sebelumnya sebulan Ramadhan saya ‘mengurung diri’ sengaja tidak banyak membuat acara ketemuan atau bukber seperti dulu-dulu kecuali kalo saya dengan … Lanjutkan membaca #30harimenulis 27 Bestfriends

#30harimenulis 25 It’s Over. But Not Really.

Berakhir sudah satu bulan penuh rahmat itu. Yang disambut suka cita dan dilepas dengan dua asa; sedih karena berakhirnya bulan romansa hamba dengan Allah dan gembira menyambut hari kemenangan. Kemenangan setelah sebulan penuh menaklukan hawa nafsu. Itu deskripsi kasar yang seharusnya jadi perasaan yang sama dari semua muslim. Kenyataannya begitu? Tidak juga. Paling tidak menurut saya. Menahan lapar dan haus mudah saja sebenarnya, tapi ujian terberat adalah hawa nafsu emosi yang harus dikendalikan. Saya jadi berpikir, seringkali kita dengar percakapan “Puasanya tamat ga?” “Tamat donk, udah gede, udah terbiasa.” Tapi kenapa hal yang sama agak sulit untuk menjawab pertanyaan “Udah … Lanjutkan membaca #30harimenulis 25 It’s Over. But Not Really.

#30harimenulis 23 13 Reasons Why Season 1 *spoiler alert*

“They’re in pain, I’m in pain, highschool’s painful. Get over it.” ——————- Setelah feed media sosial beberapa waktu dipenuhi dengan review serial remaja ’13 reasons why’, akhirnya saya penasaran juga apa yang bikin orang-orang mengacungi jempol untuk cerita ini. Walaupun sekilas temanya memang membuat saya tertarik, yaitu mengenai BULLYING. Maraton lah saya nonton Bryce Walker dan kawan-kawan beraksi. Ceritanya, Hannah Baker merasa hidupnya ga cocok sm lingkungan sekolahnya walaupun berkali-kali mencoba cari temen, mingle di pesta sekolah dan lain-lain. Antara emang orangnya kaku, ga terbuka dan sering sial juga. Berawal dari ‘deket’ sama orang yang salah yang menyebarkan ‘foto’ Hannah … Lanjutkan membaca #30harimenulis 23 13 Reasons Why Season 1 *spoiler alert*

#30harimenulis 22 13 reasons why TNT

13 alasan untuk menyukai atau tidak menyukai film/buku? Kebanyakan Saya lagi-lagi mau bahas buku-buku Naked Traveler by Trinity karena sejauh ini belum ada lagi buku yang kasih ke saya pengaruh yang kuat kayak Naked Traveler. Semoga sampai 13 poin ya! Tulisan menarik! Jadi, seperti yang pernah saya bahas, setiap bab dari bukunya itu ngga terpaku pada perjalanan di satu lokasi tapi membahas bagian-bagian yang terkait dengan traveling. Misalnya satu bab tentang airport, bab lain tentang pantai tercantik, bab berikutnya tentang cinta lokasi dan lain-lain. Awalnya membingungkan, memang. Tapi lama-lama ngga masalah,sih. Gaya bahasa santai. Ngga pakai kata-kata baku. Malah kadang … Lanjutkan membaca #30harimenulis 22 13 reasons why TNT

#30harimenulis 21 Ingatan

Sejujurnya, setelah googling tentang peristiwa-peristiwa anomali sampai page ketiga, saya hanya menemukan berita yang ngga menarik untuk dibahas dan saya ga dapet bantuan untuk memantik ide apapun. Siapa ini yang bikin tema, duh? Tapi karena saya ga mau bolong satu haripun di #30harimenulis saya paksakan saja dengan tulisan capruk ini. Walaupun biasanya pun capruk, sih. Ini langka. Ada makhluk yang amat sangat pelupa. Bukan Alzheimer. Pikun juga bukan kayaknya. Saya kira dia lagi mikirin banyak hal sampai ada beberapa hal remeh tercecer kelupaan di sudut-sudut otaknya, eh tapi ternyata otaknya kosong juga. Maksudnya dia sering kali melamun dan blank. Pelupa … Lanjutkan membaca #30harimenulis 21 Ingatan

#30harimenulis 19 Body Shaming

The action or practice of humiliating someone by making mocking or critical comments about their body shape or size. —————— “Duh cabenya gendut-gendut banget” ujar seorang ibu. “Iya kayak ibu.” sahut anaknya. Tell me, do you guys laugh at it or not? Karena, serius, saya langsung mual mendengarnya. Maksudnya… Serius anak sekecil lima tahun udah bisa ngejek fisik seseorang (bahkan ibunya) dengan sengaja? Itu yang dipelajari bocah sekitaran rumah atau lingkungan sekolahnya? Judging jadi salah satu kebiasaan yang ditanam dari kecil? Kita bahas lebih luas. Body shaming bisa terjadi pada siapapun. Kita orang biasa atau bahkan public figure. Kemajuan teknologi … Lanjutkan membaca #30harimenulis 19 Body Shaming

#30harimenulis 10 Three Wishes

Hari bertema menyelamatkan saya First of all, saya suka Aladdin! Walaupun sepanjang yang saya ingat, nonton di Club Disney Indonesia Indosiar koq rasanya ga tamat-tamat yah! Hehe.. Akhirnya dibelikanlah buku cerita Aladdin full color dari sang kakak yang menebus rasa penasaran saya. Kedua, tugas dari tema hari ini yang minta kita menuliskan 3 permintaan bikin saya inget sama reality show tahun 2007 atau 2008 an setiap malam minggu di Metro TV namanya Three Wishes. Acara yang mengabulkan 3 permintaan dari 3 orang yang berbeda dengan banyak nilai sentimentil. Setiap nonton itu, pasti saya nangis. Karena kebanyakan permintaan adalah permintaan ngga … Lanjutkan membaca #30harimenulis 10 Three Wishes