A monster calls

I knew it! I knew it from the very first time that this movie will be great! Whoaa! Sukses bikin gw berairmata kelilipan *tapi boong* and it was just amazingly amazing! Ceritanya seorang anak lelaki bernama Connor yang di usia mudanya sudah struggling dengan masalah berat; perpisahan antara kedua orangtuanya, bully dari teman sekelasnya dan kondisi kesehatan ibunya yang sakit parah. Suatu malam, dia menggambar sebuah pohon dan tiba-tiba datang monster yang menjelma dari pohon dekat rumahnya. No, monsternya ngga jahat, tapi lumayan galak. Monster itu bilang kalo dia mau ngasih 3 dongeng dan terakhir Connor yang harus menceritakan 1 … Lanjutkan membaca A monster calls

Persahabatan Bagai Kepompong

Punya sahabat banyak itu ngga ada salahnya. Kalau lu bermasalah dengan kepercayaan karena kepercayaan lu pernah disia-siakan sahabat lu sendiri, lu yang harus nyelesein itu sama orang bersangkutan, sama diri lu sendiri dan bukannya pukul rata menghakimi bahwa semua sahabat sama brengseknya. I’m sorry cause I’m not feeling sorry to brought it up again, gw hanya menyayangkan dan ga ngerti kenapa bisa sesempit itu pikiran orang. Dengan menutup diri begitu, sayangnya lu melewatkan banyak kesenangan, keseruan, keindahan berbagi, kekeselan berbeda pendapat. Now, look at yourself. Lu menyia-nyiakan kesempatan berkembang secara sosial. You know, punya sahabat itu ngga selalu menyenangkan. Berbeda … Lanjutkan membaca Persahabatan Bagai Kepompong

:'(

Aku sedang dalam krisis kepercayaan diri. Tapi aku menutupinya dari sepengetahuan keluargaku. Aku tak bekerja selama setengah tahun (yang mana itu bukan keinginanku karena aku selalu mencari pekerjaan setiap hari) dan baru saja patah hati ditinggalkan orang yang kukira tertarik padaku (yang mana itu juga menyedihkan karena setidaknya aku tak ingin kecewa dalam dua hal ini sekaligus).   Kakak perempuanku tahu aku sedang tak punya gairah hidup, jadi seringkali ia berjam-jam di kamarku menemaniku berbicara tentang apa saja, atau membaca buku bersama atau sekedar menonton tv. Aku tahu maksudnya. Aku tahu ia tak ingin melihatku berlarut-larut menyeret diri memaksakan senyuman … Lanjutkan membaca 😥

Iqra

Mungkin udah pernah gw mention statement mantra yang terkenal di dunia tulis-menulis ini beberapa kali; Untuk nulis satu buku, kita perlu baca at least sepuluh buku. Dan gw rasa relevan juga kalau gw kerucutkan; Untuk nulis satu artikel, kita perlu baca at least sepuluh artikel. *semoga ini bisa jadi excuse yang elegan   Masalah gw sekarang adalah (pasti udah bisa ketebak) gw ngga cukup banyak baca akhir-akhir ini  yang mana itu agak aneh karena kegiatan baca udah jadi ritual utama tiap hari buat gw biasanya. Jadi, gw ga ada bahan untuk ditulis. There finally I said it.   Maka, izinkanlah … Lanjutkan membaca Iqra

Block!

Scrolling.. Scrolling.. Scrolling.. Tap.. Like.. Scrolling.. Options.. Block!   ***   Tau kan ya kalo zaman sekarang semua-mua unek-unek gampang banget dimunculkan ke ranah publik at least lingkaran pertemanan yang kita buat sendiri di media sosial kita..? Sayangnya semua hal yang kita share ngga ada pilihan Filter nya untuk jaga-jaga barangkali ada second thought yang bikin kita jadi berkeinginan mengedit apa yang mau di post demi kebaikan bersama. *halah! Selama pilihan Filter itu belum tersedia di media sosial manapun sebagai saringan terakhir perlu atau ngga perlunya suatu postingan diedar, gw rasa yang harusnya berperan jadi Filter postingan kita adalah diri … Lanjutkan membaca Block!

Ordinary Miracle

Gw bangun subuh ini ditemani hawa dingin menusuk yang bikin tidur ngga nyaman lagi. Gw bersyukur untuk itu karena kalo hawa cukup mendukung untuk tertidur lagi, gw akan bablas ketiduran. Belum selesai dandan untuk siap-siap pergi kerja, hujan lebat turun bikin otak gw bisa langsung memprediksi sebasah apa nanti gw sampai di kantor. Gw bersyukur untuk itu karena gw terpaksa harus meringkas bawaan gw yang banyak dan ribet. Ketemu sama ibu-ibu tetangga depan rumah jam setengah enam pagi diledekin karena pergi nyubuh tapi akhirnya diselipi dengan ucapan “hati-hati ya, jangan cape-cape”. Gw senyum dan bersyukur untuk itu karena dia ga … Lanjutkan membaca Ordinary Miracle

You gotta choose

Pagi tadi gw kepikiran tentang sesuatu. Gw lagi sering mengunjungi vlog dan blog seorang cewe yang namanya Gita Savitri Devi. Dia ini mahasiswa dari Indonesia yang kuliah di Jerman. Awalnya dari vlog-nya yang iseng gw tonton. Ternyata dia aktif di sosial media dan yang dia posting juga bukan cuma video-video bangun tidur, sarapan, maen sama kucing peliharaan dan lainnya. Apa-apa yang dia tunjukkan sedikitnya bikin pengetahuan gw nambah. Vlog pertama yang gw tonton adalah (gw lupa apa judulnya) kurang lebih tentang cara dia beradaptasi dengan Jerman mulai saat dia baru dateng kesana. Saat dia harus mengulang kursus Jerman-nya karena nampaknya … Lanjutkan membaca You gotta choose

Catatan Akhir Tahun

Well… Waw! Gw ga percaya gw sampe di ujung tahun 2016 *seka keringet di jidat*.   Nah, gw rasa gw perlu nulis sesuatu yang bahannya secara random udah ada di otak dan di hati sejak lama tapi belum sempet dituliskan dengan gamblang (baca = males). Jadi, bener kalo tadi gw nampak amazed dengan pencapaian gw sejauh ini bisa sampe sini. Iya sih hidup gw secara otomatis hanya ngikutin hari yang terus bergulir, tapi secara mental, susah payah gw menyeimbangkan diri. Abstrak ya? Hehehe…   Sembilan bulan awal di 2016 adalah bulan-bulan yang berat buat gw karena gw terseret sama keadaan … Lanjutkan membaca Catatan Akhir Tahun

10 Signs You Have Met “The One”

Meeting “the one” doesn’t always look like a romantic comedy. Your meet likely didn’t happen as you were almost hit by a car, and your soon-to-be lover pushed you out of the way. You probably have never chased after your partner in the pouring rain to stop them from leaving you. And most likely, no one has ever stood outside your window with a boom box, singing at the top of his or her lungs. Probably because no one even has a boom box anymore. Love doesn’t mirror the movies. Love is unique and personal. And it’s more than okay … Lanjutkan membaca 10 Signs You Have Met “The One”

Snowden

***spoiler alert*** Snowden. Yang bikin gw tertarik adalah Joseph Gordon Levitt (yang gw yakin bisa maen jauh lebih baik daripada di 500 days of summer) dan karena ini berhubungan sama Big Brother yang kontroversial itu. Seperti yang sinopsis bilang bahwa Edward Snowden (JGL) adalah mantan CIA yang jenius dan dipercaya menjadi bagian dari mata-mata pemerintah United States. Pada awalnya semua terasa benar bagi Snowden karena ia typical nasionalis yang fanatik. Namun, disatu titik saat semuanya terlihat terlalu berlebihan, ia merasa gamang dan ragu bahwa apa yang ia lakukan selama ini tidaklah murni sebuah pengabdian. Bahkan faktanya, selama ini ia melakukan … Lanjutkan membaca Snowden