Iqra

Mungkin udah pernah gw mention statement mantra yang terkenal di dunia tulis-menulis ini beberapa kali; Untuk nulis satu buku, kita perlu baca at least sepuluh buku. Dan gw rasa relevan juga kalau gw kerucutkan; Untuk nulis satu artikel, kita perlu baca at least sepuluh artikel. *semoga ini bisa jadi excuse yang elegan

 

Masalah gw sekarang adalah (pasti udah bisa ketebak) gw ngga cukup banyak baca akhir-akhir ini  yang mana itu agak aneh karena kegiatan baca udah jadi ritual utama tiap hari buat gw biasanya. Jadi, gw ga ada bahan untuk ditulis. There finally I said it.

 

Maka, izinkanlah disini gw memotivasi diri sendiri dan semoga memotivasi orang lain yang baca ini untuk… Baca.

 

Dulu, dulu sekali, gw udah jatuh cinta sama aroma buku baru buka segel maupun aroma buku tua. Mungkin berlebihan tapi entah kenapa rasanya menenangkan. Langkah pertama masuk toko buku, gw selalu membatin “Waw, paradise!” dan lalu kalap pengen buku ini itu.

 

Ketertarikan awal gw sebenernya lebih ke komik. Hanya saja untungnya kemudian minat melebar ke novel. Pertama kali baca novel, gw inget berkali-kali perlu ambil jeda untuk tutup bukunya sebentar dan senyum sendiri menyerap serangkaian kata-kata itu menari-nari di otak gw. Dan itu selalu berulang tiap kali gw baca. Hal yang ajaib tapi juga brilian adalah isi buku itu hanya huruf-huruf! Tapi bisa menggambarkan segala hal imajinatif, indah, dan emosi apapun yang perlu penulis sampaikan. Gw bisa tiba-tiba ketawa ngakak! Gw bisa broken heart sampe nangis. Hanya dengan baca buku.

 

Ngga cuma itu. Segala hal yang kita perlu tau juga awalnya dari baca, kan? Baca koran, Qur’an, majalah, twit, status facebook, portal berita, you name it. Jadi, apa ruginya kalau bacaan kita ditingkatkan ke level lebih tinggi? Baca lebih banyak-banyak buku *look who’s talking

 

Dan juga rasanya ngga berlebihan kalau gw bilang bahwa membaca buku adalah bagian terbesar yang ambil peran dalam membentuk diri gw sampai sekarang secara sikap, gaya hidup, cara berpikir, cara bersosialisasi, and pretty much everything.

 

So, bagi yang semangat bacanya lagi turun, hayu baca! Bagi yang belum tercerahkan keinginannya untuk baca, you’ll love it! Cobain!

 

 

*it’s just like I’m doing a monologue

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s