Ordinary Miracle

Gw bangun subuh ini ditemani hawa dingin menusuk yang bikin tidur ngga nyaman lagi. Gw bersyukur untuk itu karena kalo hawa cukup mendukung untuk tertidur lagi, gw akan bablas ketiduran.
Belum selesai dandan untuk siap-siap pergi kerja, hujan lebat turun bikin otak gw bisa langsung memprediksi sebasah apa nanti gw sampai di kantor. Gw bersyukur untuk itu karena gw terpaksa harus meringkas bawaan gw yang banyak dan ribet.
Ketemu sama ibu-ibu tetangga depan rumah jam setengah enam pagi diledekin karena pergi nyubuh tapi akhirnya diselipi dengan ucapan “hati-hati ya, jangan cape-cape”. Gw senyum dan bersyukur untuk itu karena dia ga tau seberapa berartinya ucapan itu gw denger di pagi buta dan bikin gw ngerasa… Diperhatiin.
Pemandangan masuk tol menuju Bekasi disuguhi awan mendung, hujan makin deras, perut lapar belum sarapan dan udara yang masih juga menggigit. Gw bersyukur untuk itu juga karena mungkin banyak orang lain kerja nyari duit sambil ujan-ujanan basah kuyup.
Nyampe Bekasi dengan sorot matahari yang on-off kadang redup kadang nyala langsung ketemu konsumen-konsumen asing yang dulu kegiatan PR ini gw kutuk saking ga senengnya ketemu orang baru. Akhir-akhir ini gw bersyukur untuk itu karena kemudian gw sadar setiap orang yang gw temui baik itu jutek atau ramah, bikin gw jadi bisa baca karakter orang dan bikin gw lebih menghargai perbedaan, juga bikin gw lebih open-minded.
Makan siang bareng rekan kerja di satu warung Soto Lamongan yang gw berhenti begitu saja karena udah laper walopun belum jam makan siang juga gw syukuri karena orang lain mungkin susah menemukan makanan hangat, sehat, bersih dan harus banting tulang dulu untuk nemuin kebahagiaan sesederhana itu.
Agak canggung mengakrabkan diri sama rekan kerja supir baru, gw bersyukur untuk itu karena dari segala pengalamannya yang beliau ceritain, gw diam-diam senyum dalam hati menyerap banyak ilmu dari kebijaksanaan orang yang lebih dewasa dalam memandang hidup.
Nyampe rumah dengan selamat, gw bersyukur untuk itu karena ada berapa orang yang sepulang kerja ngga sampe ke rumah dan kembali ke keluarganya yang lagi nunggu.
Walopun lumayan cape dan awut-awutan seharian di jalan keliling Bekasi, gw sangat sangat bersyukur untuk itu karena banyak orang lain diluar sana yang susah dapet kerja. Kerja yang asik dan secara ngga langsung dalam prosesnya gw mengalami pendewasaan dalam berpikir dan luas dalam bergaul mengenal banyak pribadi baru.
You know, segimanapun kita memandang hal yang kita alami itu biasa aja dan ngga ada yang istimewa, setiap hari kita bangun pagi dengan waktu yang tergelar depan mata sungguh pantas kita syukuri. Hidup ngga selalu sekejam yang kita pikir. Hidup ngga selalu seruwet yang kita keluhkan. Dan gw masih harus banyak belajar bersyukur atas semua hal.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s