You gotta choose

Pagi tadi gw kepikiran tentang sesuatu. Gw lagi sering mengunjungi vlog dan blog seorang cewe yang namanya Gita Savitri Devi. Dia ini mahasiswa dari Indonesia yang kuliah di Jerman. Awalnya dari vlog-nya yang iseng gw tonton. Ternyata dia aktif di sosial media dan yang dia posting juga bukan cuma video-video bangun tidur, sarapan, maen sama kucing peliharaan dan lainnya. Apa-apa yang dia tunjukkan sedikitnya bikin pengetahuan gw nambah.

Vlog pertama yang gw tonton adalah (gw lupa apa judulnya) kurang lebih tentang cara dia beradaptasi dengan Jerman mulai saat dia baru dateng kesana. Saat dia harus mengulang kursus Jerman-nya karena nampaknya secara praktek di negara lain, apa yang dia dapet di tempat kursus di Indonesia kurang bisa di “pakai”. Saat susahnya ngikutin lecture kuliah disana karena dia ga ngerti apa yang dibicarakan Professornya. Dan lain sebagainya. Gw jadi senyum-senyum sendiri karena ngerasa tercerahkan karena dari dulu gw merasa pengen tahu gitu gimana rasanya dan suka dukanya tinggal di luar negeri. Di hari-hari berikutnya gw kemudian mendapati diri gw terus-terusan nonton vlog-vlog dia yang lainnya saking penasaran.

Saat mulai bosen nonton, gw mulai kepoin blognya http://gitasavitri.blogspot.co.id/ and she’s a good writer too! Gw kemudian membatin bahwa cewe ini keren! Dari gaya nulisnya yang lugas, tegas, jutek, on point tapi cerdas, gw sangat menikmati apa yang gw baca. Dia banyak bahas tentang isu masyarakat di Indonesia yang sedang memanas atau kadang dia nulis cerita tentang perjalanan dia atau kadang juga menumpahkan topik yang lagi mengganjal di pikiran dia seperti blog pada umumnya. Segimana pun gw muji blog ini, kalian bener-bener harus baca paling ngga satu tulisan untuk bisa menilai karena opini gw rasanya kurang bisa mengakumulasikan segala hal yang gw tangkap dari orang ini.

Gw salut sama Gita yang bisa menginspirasi followernya di socmed apapun dengan banyak hal yang positive. Pandangan dia luas dan ‘ngajarin’ siapapun yang baca artikel-artikelnya bisa memandang sesuatu dari dua sisi berbeda. Ga hanya diam berkutat di satu sisi yang sedari dulu ditinggali hanya karena kita yakin kita di pihak yang paling benar dan ga ada lagi pihak lain yang lebih benar. Tulisannya ngajak pembaca untuk lebih membuka diri dan membuka pikiran dari pada nyinyir terus-terusan.

!@#$%^&* REWIND *&^%$#@!

Ingat vlog Awkarin berbulan-bulan lalu yang nangis-nangis bikin pengakuan putus cinta apalah itu namanya yang ditemani seseorang dan beberapa lembar tissue? (Gw jadi pengen ketawa nginget itu lagi) Like, man! Seriously? *lagi-lagi* dunia ngga sesempit fitting room di Yogya Kepatihan! What is exactly wrong with her? Apa maksud dan tujuan pembuatan vlog itu? Untuk menginspirasi followers dia bahwa kalo putus cinta harus se-desperate dan se-alay itu?

Wait. Yang bikin lebih miris adalah followersnya yang fanatik dan menjadikan Awkarin sebagai idola. I mean, come on! Kalian bener-bener bisa milih apa dan siapa yang pengen kalian idolakan biar jadi patokan bahwa kalian harus sebaik atau lebih baik dari idola kalian. Tapi… Awkarin? Really?

Iyah oke, sekarang hits Awkarin udah menguap entah kemana. Tapi entah ya, gw merasa ingatan tentang Awkarin diidolakan itu jadi sesuatu yang mengerikan. Please, kalian harus memilih dengan baik siapa idola kalian. Pandangan dan cara hidup dari idola kalian setidaknya akan mempengaruhi diri kalian walopun secara ga sadar. Once again, please, you gotta choose, wisely.

-topik yang sama yang gw kirim ke satu majalah remaja dan gw cukup yakin artikel itu ga akan dimuat karena content-nya yang blak-blakan membandingkan dua orang- haha!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s