Chicken Soup for Mother’s Soul

Baru saja selesai baca sekitar 300 halaman kumpulan cerita-cerita pendek tentang Motherhood. Lebih dari yang saya harapkan, saya kira bacaan ini hanya drama disana dan disini sama halnya seperti fiksi yang mungkin kadang menyentuh. Tapi pada prakteknya, berkali-kali mata saya berair, hati meleleh, perasaan menghangat. Betapa, betapa kasih seorang ibu tak berawal, tak berakhir dan tak berbatas. I love reading this kind of books that enrich my soul. Deeply.

 

 

“Tuhan yang baik,

Sekarang, saat aku tidak lagi muda, sebagian ibu teman-temanku telah meninggal dunia. Aku mendengar mereka mengatakan, mereka tak pernah menghargai ibu mereka sepenuhnya hingga akhirnya sudah terlambat untuk mengatakannya.

Aku beruntung, ibuku yang tersayang masih hidup. Aku makin menghargai beliau setiap hari. Ibuku tidak berubah, namun akulah yang berubah. Seraya aku tumbuh lebih dewasa dan lebih bijak, aku menyadari betapa ibuku adalah seorang manusia yang luar biasa. Betapa sedihnya, aku tak mampu mengucapkan perkataan ini di depannya, tapi perkataan ini mengalir dengan mudah dari penaku.

Bagaimanakah caranya seorang anak berterima kasih kepada ibunya untuk kehidupan ini? Untuk cinta, kesabaran dan kerja keras yang diperlukan untuk membesarkan seorang anak? Untuk merawat balita, untuk memahami remaja yang emosional, untuk menenggang rasa mahasiswa yang sok tahu? Untuk menunggu hari saat si anak menyadari betapa bijak ibunya itu?

Bagaimanakah caranya seorang wanita dewasa berterima kasih kepada ibunya karena beliau terus menjadi seorang ibu? Karena selalu siap memberi nasihat (jika diminta) atau tetap diam saat kediaman itu sangat dihargai? Untuk tidak mengatakan, “kan sudah kubilang,” padahal ia bisa saja mengutarakannya berpuluh-puluh kali? Untuk, pada intinya, menjadi dirinya sendiri –pengasih, penuh pengertian, penyabar, dan pemaaf?

Aku tak tahu caranya, ya Tuhan, kecuali meminta-Mu untuk memberkatinya banyak-banyak, seperti yang pantas diterimanya, dan untuk membantuku agar dapat hidup mengikuti teladan yang diberikannya. Aku berdoa agar aku tampak sebaik itu di mata anak-anakku seperti ibuku tampak di mataku.”

-Chicken Soup for Mother’s Soul-

Chicken Soup (1)

Iklan

2 pemikiran pada “Chicken Soup for Mother’s Soul

  1. Sangat menyentuh Mbak…
    Seorang ibu memang sepatutnya harus senantiasa kita perlakukan dengan sebaik-baiknya. Selain berkah memang ada di sana karena ridho Allah ada pada orang tua, ibu kita jugalah sang pemberi kasih sayang sejati pada anak-anaknya …yang tulus tanpa sedikitpun pamrih …hmmm Keep Writing to Inspire Mbak…sukses selalu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s