Seka air matamu

Waktu semakin berkurang menuju sapaan selamat tinggal dari bulan penuh rahmat.

 

Sementara, tidak akan ada lagi bangun di pagi buta untuk mengisi perut dengan sunah sahur.

 

Sementara, tidak akan ada lagi microphone masjid yang selalu mengumandangkan shalawat, tadarus qur’an, pengingat imsak atau apapun.

 

Sementara, tidak akan ada lagi menahan perut lapar dan haus kerongkongan.

 

Sementara, tidak akan ada lagi tradisi ngabuburit yang terkadang membuat jalanan macet.

 

Sementara, tidak ada lagi rasa wajib untuk berkumpul bersama keluarga di waktu maghrib untuk makan malam bersama.

 

Sementara, tidak ada lagi rasa hangat berada ditengah-tengah jamaah shalat sunat tarawih.

 

Sementara, tidak akan lagi mendengar suara kita menyatu dengan suara jamaah lain bergema mengucap ‘Aamiin’ hingga memenuhi atmosfir masjid.

 

Sementara, tidak akan ada lagi perasaan aman terlindungi merasa dirangkul dan ditegarkan hati oleh Allah di rumah sucinya.

 

Tapi tidak. Itulah yang membedakan ke-istiqomah-an seseorang. Semua hal yang terasa wajib dilakukan semasa Ramadhan tidak serta merta berhenti saat Ramadhan itu sendiri berakhir.

 

Faktanya, Allah mempersiapkan kita selama satu bulan penuh untuk membiasakan diri kita selalu berada dijalur terbaik yang di ridhoi-Nya.

 

Istiqomah lah. Allah selalu sedekat husnudzonmu pada-Nya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s