Helen Keller

Selesai membaca The Story of My Life dari Helen Keller, sebelum saya membuat review (atau sekedar pembicaraan acak) tentang buku ini, izinkan saya memberi penghargaan dan penghormatan tertinggi pada dua wanita luar biasa, yaitu Anne Sullivan sebagai guru yang berhasil membentuk keliaran masa kecil Helen menjadi semangat terarah dan Sarah Fuller sebagai guru yang berhasil memberikan pelajaran berbicara hingga Helen yang buta dan tuli hampir mustahil memiliki kemampuan berkomunikasi secara lisan walaupun satu arah, menjadi bisa berbicara. Bagaimanapun, siapapun itu, para guru selalu merencanakan bagaimana cara mengeluarkan murid-muridnya dari keterbatasan yang sudah ditakdirkan pada mereka. Bahkan sesederhana menjadi fasilitator bagi … Lanjutkan membaca Helen Keller

Kapan Nikah

“Kapan nikah?” adalah pertanyaan klasik, horror, legendaris, annoying disaat yang sama untuk sebagian besar orang-orang yang belum menikah tapi punya pasangan, apalagi yang belum punya pasangan sama sekali. Momen Idul Fitri kemarin dikenal dengan momen was-was menghadapi pertanyaan itu, sampai-sampai ada meme kiat jitu menghadapi si pertanyaan basi dengan cara pura-pura kesurupan atau balik tanya “kapan mati?” Well, yea, dikatakan basi karena pertanyaan tadi akan diulang-ulang sebelum undangan pernikahan tersebar, sebelum ijab kabul diucap, sebelum kabar pergantian status diumumkan. Kalau udah nikah, pertanyaan berubah level donk, ganti dengan “kapan punya anak?” Dan begitu seterusnya. Berubah lagi dengan “kapan nambah momongan?” … Lanjutkan membaca Kapan Nikah

Seka air matamu

Waktu semakin berkurang menuju sapaan selamat tinggal dari bulan penuh rahmat.   Sementara, tidak akan ada lagi bangun di pagi buta untuk mengisi perut dengan sunah sahur.   Sementara, tidak akan ada lagi microphone masjid yang selalu mengumandangkan shalawat, tadarus qur’an, pengingat imsak atau apapun.   Sementara, tidak akan ada lagi menahan perut lapar dan haus kerongkongan.   Sementara, tidak akan ada lagi tradisi ngabuburit yang terkadang membuat jalanan macet.   Sementara, tidak ada lagi rasa wajib untuk berkumpul bersama keluarga di waktu maghrib untuk makan malam bersama.   Sementara, tidak ada lagi rasa hangat berada ditengah-tengah jamaah shalat sunat … Lanjutkan membaca Seka air matamu

Friendship

Good things happen when you least expect it. Itu yang sedang saya rasakan. Akhir-akhir ini lagi doyan mikir ‘agak dalem’ saking ngga ada kerjaan hehe! Jadi gini, seingat saya (tanpa bermaksud sombong) saya bukan tipe orang yang mencari banyak teman. Bukan orang yang sengaja membuka diri untuk pertemanan baru. Bagi saya, apa yg sudah saya punya, teman-teman di sekitar saya udah cukup aja gitu. Saya ngga minta atau berharap punya teman lain. Saya tahu dan sangat sadar bahwa saya sebagai manusia adalah makhluk sosial. Ngga bisa berdiri sendiri. Istilah kasarnya kalau saya meninggal, saya ngga mungkin mengubur diri sendiri. Saya … Lanjutkan membaca Friendship

Special Day

Hari ini adalah hari special untuk seseorang yang saya anggap special juga.   Di sebuah kantor di Jalan Soekarno Hatta, terdapatlah Ibu Manager Operasional yang in-charge mengatur segala keperluan kantor. Yuliarsih Trimumpuni seorang ibu dengan dua anak yang udah bujang dan gadis, kami dikantor memanggilnya Momsky. Menurut pengakuannya, hari ini beliau genap 17 tahun, we’re like… okaaayy… Turutin aja daripada ntar ngamuk hahaha!   She’s like my second mother for me (bukan ibu bekas ya, tapi ibu kedua XD). Beliau adalah ketua gank yang sangat mengayomi kami-kami yang bandel ini. Entahlah kesabarannya terbuat dari apa, mungkin beliau banyak istighfar dalam … Lanjutkan membaca Special Day

Words can be sharper than knife

Saya ngga bisa menghilangkan pikiran yang mengganggu saya ini sebelum saya luapkan atau tuliskan. Gemes banget!   Sekitar seminggu lalu, saya sedang mengobrol dengan kakak saya lalu ada anak kecil yang sedang bermain dengan keponakan saya bilang (mencela lebih tepatnya) “… iya yang item itu, kalo dia ketawa cuma keliatan giginya aja!” lalu keduanya terbahak seakan topik itu wajar sekali untuk ditertawakan. Saya dan kakak saya otomatis saling bertatapan. “Kalian ngga boleh ngomong begitu tentang orang lain. Itu ga sopan…” dan lalu kakak saya memberikan mereka ceramah panjang yang kemudian bikin anak-anak ini kabur teratur setelah mereka mencoba membela diri … Lanjutkan membaca Words can be sharper than knife