Ayo Sekolah! #30HariMenulis Hari ke-17

Jika saya punya kesempatan untuk mendirikan suatu sekolah… Saya ingin membangun level dari sekolah dasar terlebih dulu. Lebih oke lagi kalau bisa diteruskan ke level lebih tinggi. Apa yang saya cita-citakan mengenai sekolah yang ideal saya ringkas dalam poin-poin ini;

 

  1. Dari keseluruhan elemen penting terkait dengan pendidikan, guru adalah yang paling utama. Saya ingin merubah pandangan masyarakat selama ini bahwa guru hanya Bapak atau Ibu yang berbicara didepan dan mengisi kolom-kolom rapor setiap enam bulan sekali. Saya ingin mensejahterakan guru dengan memberikan gaji yang tinggi dan segala tunjangan yang diperlukan. Saya akan membantu membiayai guru juga agar bisa meraih gelar Master sehingga tenaga pendidik di sekolah saya dapat diandalkan karena guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam peningkatan mutu generasi mendatang. Dalam praktek belajar mengajar pun demi anak-anak mendapatkan perhatian khusus, dalam satu kelas tidak boleh lebih dari 15 anak. Kebijakan ini dibuat agar murid-murid lebih berkonsentrasi dan guru lebih fokus dalam memperhatikan kemajuan akademik anak-anak.

 

  1. Bis sekolah. Pengadaan bis sekolah untuk saya lebih ke fungsi keseragaman. Kalau satu anak telat, telat semua! Hehehe. Ngga denk 😀 Saya hanya ingin lebih meringankan beban orangtua yang biasanya harus meluangkan waktu lebih untuk mengantar anaknya sekolah. Lagipula melibatkan anak-anak dengan temannya dalam perjalanan (walaupun hanya jarak rumah ke sekolah) akan membangun mood mereka lebih baik saat mulai masuk ke kelas.

 

  1. Pernah dengar berita di Finlandia bahwa anak sekolah disana memakai waktu 45 menit untuk belajar lalu 15 menit istirahat? Saya rasa itu juga bisa diterapkan di sekolah yang sedang saya konsep. Penting bagi anak-anak untuk mengistirahatkan otak agar tidak ‘overload’ dan mulai membangun fokus baru setelah istirahat.

 

  1. Makan siang! Tidak perlu ada lagi orangtua yang kerepotan menyiapkan bekal makan siang di pagi hari. Biar team catering sekolah saya yang ambil alih. Tidak hanya mengenyangkan rasa lapar, tapi gizi dan nutrisi juga saya atur supaya anak-anak tumbuh sehat.

 

  1. Saya tidak suka berolahraga sih, mungkin ini disebabkan fasilitas di sekolah saya yang kurang memadai, dan mungkin juga karena dulu saya terlalu takut berkeringat dan terkena sinar matahari. Tapi saya sangat ingin mengadaptasi pengadaan gym dan kolam renang di sekolah. Tidak perlu lagi lah mengadakan acara piknik sekolah ke Karang Setra satu tahun sekali karena pelajaran berenang ya hanya satu tahun sekali itu! Hahah miris!

 

  1. Ini penting juga! Kebersihan toilet harus sangat terjaga. Saya ingat seringkali menahan untuk buang air kecil karena sekali memasuki kamar kecil, isi perut saya berontak dan ingin (maaf) dikeluarkan gara-gara bau dan kotornya. Iyuh!

 

  1. Dari semua kriteria diatas yang belum perfect, saya ingin semua sekolah dibuat sama seperti ini dan bebas biaya. Biar tidak ada lagi orangtua-orangtua yang kelimpungan cari sekolah favorit untuk anaknya karena semua sekolah sama bagusnya dan sama gratisnya! Dan yang paling penting lagi, jangan sampai putus sekolah.

 

Pada akhirnya saya jadi kepikiran bahwa bibit kemajuan sebuah bangsa adalah pendidikan. Semua orang yang akan menggantikan posisi-posisi penting kenegaraan dan posisi-posisi penting masyarakat diawali dari baiknya pendidikan generasi baru di sekolah. Jadi sebenarnya wajar kalau saya bilang setiap negara seharusnya berinvestasi besar dan memberi perhatian besar dalam aspek pendidikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s