Alice & Ashley #30HariMenulis Hari ke-16

Alice tidak bisa menahan kedatangan Ashley. BRAK! Pintu Alice terbuka lebar tanpa ada perlawanan.

“Aku sudah cukup sehat. Sudahlah.”

“Haha… kau tidak bisa menyelesaikan masalahmu sendiri. Aku tahu itu.”

“Jangan kau coba mendekatiku lagi. Aku sudah sehat.”

“Ini bukan hanya tentang kesehatan. Kesehatanmu tidak bisa diukur, bukan? Jangan berlagak polos seperti itu.”

“Lalu kenapa kau selalu muncul menggangguku yang selalu berusaha untuk sembuh?”

“Aku tidak mengganggu, aku hanya datang kesini untuk melihat perkembanganmu.”

“Omong kosong!”

“Tentu saja ini omong kosong! Hahaha!”

“Lalu apa maumu?”

“Mempermainkanmu.”

 

Tok-tok-tok

“Saya dengar dari luar tadi ada pembicaraan disini?”

“Tidak ada”

“Benar kah?”

“Ya. Percayalah.”

“Jika kau butuh bantuan atau apapun…”

“Aku TIDAK butuh bantuan!”

“Oh… baiklah.”

 

“Kau benar-benar naif. Seharusnya kau menerima bantuan dokter itu.”

“DON’T tell me what to do!”

“Ohoho… lihatlah dirimu. Kau sudah bisa bersikap galak rupanya.”

“Bisakah kau berhenti mengganggu dan menertawakanku?”

“Tentu saja tidak bisa. Aku suka melakukan ini.”

“Kau sudah cukup banyak mengambil hal-hal dan orang-orang berharga dari hidupku.”

“Aku kan tidak melakukan apa-apa.”

“Kau membuatku mencampakkan Josh, kau membuatku merenggut hidup keluargaku… Ya Tuhan…”

“Aku sungguh tidak melakukan apa-apa… Siapa yang mengeluarkan ucapan tajam dan mencampakkan Josh? Kau kan? Siapa yang tengah malam saat itu menikam semua orang rumah dalam tidurnya? Di tangan siapa darah-darah itu menempel? Di tanganmu kan?”

“Gara-gara kau!!!”

 

Ashley tiba-tiba menghilang. Rahang Alice bergemeretuk karena emosi yang dipendamnya. Pisau yang sedari tadi ada di pinggir Alice sudah siap dicengkram tangan kanannya.

“Kau benar-benar harus bicara denganku. You’re still clearly not mentally stable…”

“Ashley sudah kubilang berhenti menggangguku!”

“Ah tolong! Aku bukan Ashley! Aku doktermu!”

“Diam!”

“Jatuhkan pisaumu, tolong Alice, jatuhkan pisaumu…”

“Tidak!”

“Dengar, Ashley hanya dirimu yang lain. Kau harus bisa mempertahankan kesadaranmu dalam pikiran Alice. Jangan biarkan Ashley mengambil alih kehidupanmu lagi.”

“Karena kau adalah seorang pecundang!”

“Aaaahh!! Apa yang kau lakukan Alice? A… aku…” gubrak!

“Ya Tuhan! Ya Tuhan Ya Tuhan Ya Tuhan! Aku melakukannya lagi! Banyak darah ditanganku lagi.”

 

***

 

“Benar kan? Kau memang pecundang yang bahkan tak bisa mengendalikan dirimu sendiri.”

“GO TO HELL. ASHLEY!!”

 

bipolar concept.jpg.838x0_q67_crop-smart

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s