Go put your ego somewhere else #30HariMenulis Hari ke-15

Menjadi makhluk sosial tentulah merupakan PR bagi semua orang karena pada dasarnya setiap pribadi adalah makhluk egois, yang senang mengunggulkan diri sendiri, yang senang menang sendiri, admit it. The world is so unpredictable. People are unpredictable. Ngga ada ilmu pasti yang mengajarkan atau mengatur cara orang berhubungan sosial dengan orang lain. Didalamnya, pada prakteknya, kita perlu menggunakan insting dan menjunjung kearifan lokal untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Itupun kadang ngga selalu berjalan lancar.

 

Membahas tentang masyarakat merupakan satu skala yang mungkin agak terlalu besar. Jadi mari membahas saya aja *tuh kan makhluk egois :p*

 

Nilai-nilai yang saya pegang dalam hidup dan bersosialisasi adalah tiga hal yang akan diuraikan ini. Mungkin ada beberapa hal lain yang akan berkaitan dengan tiga hal ini, tapi saya rangkum jadi segini aja.

 

  1. Agama adalah pedoman manusia untuk hidup. Agama apapun selalu mengajarkan kebaikan, saya percaya itu. Dengan agama, kita bisa dituntun ke jalur kehidupan yang baik. *Assalamu alaikum sekali ya 😀 **tapi ini serius! Dan tentu saja… saya ga mau bicara banyak tentang agama disini, karena takut salah hehe.

 

  1. Jadi gini, dari berita-berita, dari apa yang secara langsung saya lihat, toleransi nampaknya bukanlah hal simple yang bisa semua orang praktekkan hingga detik ini. Masih ada aja tuh orang-orang yang melihat bahwa ‘perbedaan’ itu adalah sesuatu yang tabu dan harus dijauhi, bahkan agak sedikit diledekin. Pernah nih dalam suatu kelompok acak, seorang teman mencibir teman lain yang (maaf) fisiknya lebih berisi dari kami dengan tatapan memandang rendah. Saya gatel pengen nanya

“Kenapa? Kayaknya ngga suka banget?”

“Kita kan beda gitu” I was shocked and like

“So what?! Kenapa orang harus sama sama lu biar bisa diterima suatu kelompok? That’s ridiculous!”

Saya mungkin pernah mengungkapkan ini di tulisan lain, tapi saya ulang karena saya benar-benar serius; panggilan fisik seperti si gendut, si item, si kriting bukanlah sesuatu yang harus dibudayakan. And that’s not fair! That’s not cool!

I mean, seriously, open up your mind! Banyak baca coba, banyak jalan-jalan, biar otaknya ngembang!

 

  1. Husnudzon atau berbaik sangka, implementasi dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya terperinci dari ajaran agama. Suatu hadist mengatakan “Allah sesuai dengan persangkaan hamba pada Allah.” Maka perbaikilah sangkaan kita. Jika hubungan kita dengan Tuhan se-simple itu, mungkin tidak sama ceritanya dengan hubungan dengan sesama manusia. I know. Tapi satu quote bikin saya semakin yakin ga ada salahnya ber-husnudzon. It said “Before you hate something, you should try to understand it.”

 

 

But… I’m not always that good. Saya ngga selalu selurus dan semanis itu. JIKA ada satu kondisi dimana saya yang disakiti. Saya punya prinsip “You hurt me once, I can do that twice better.” *Quote itu menjelaskan segalanya bukan? 😉

before-you-hate-something-you-should-try-to-understand-it-quote-1

 

-udah, gitu ajah-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s