Usia Terbaik #30HariMenulis Hari ke-12

time flies.jpg

Tema kali ini kita diminta menyebutkan di usia berapa yang merupakan waktu terbaik dalam hidup dan alasannya. Ah tema 30 hari menulis ini memang paling bisa mengorek-ngorek cerita pribadi yang akan nampak tidak sengaja kita lakukan padahal maksud tersembunyi adalah curcol alias curhat colongan :p Well, pertama baca tema ini di kepala saya langsung datang konsep pembagian usia pra-sekolah, SD, SMP, SMA dan dunia kerja. Jadi, mari kita mulai!

 

Pra-sekolah. Di usia sekarang, memori tentang usia saya masa pra-sekolah sudah sangat kabur dan hampir tidak berbekas. Mungkin karena saat itu daya ingat saya belum bekerja secara maksimal. Yang saya lakukan semasa pra-sekolah hanya bermain dengan buku, kertas dan crayon. Jarang sekali bermain diluar bersama anak-anak lain, and I was totally fine with that. I kinda sick with people’s bullsyit since long time ago haha! Books are way more honest. So, no, tidak bisa dibilang bahwa pra-sekolah adalah usia terbaik menurut saya.

 

SD. Hahah, no way! Saya tidak bisa bilang masa SD adalah masa terbaik. Empat tahun pertama di sekolah dasar membuat saya merasa tenggelam diantara teman-teman lain yang jauh lebih pintar secara akademik. Rasanya seperti betapapun saya mencoba menonjolkan diri, saya masih selalu kalah. Jadi setiap hari adalah perjuangan saya menyeret kaki demi sampai ke sekolah karena sekolah bukanlah ide yang baik untuk saya saat itu. Tahun ke lima dan ke enam lebih parah lagi. Saya mengalami hal yang namanya “gencet”. Yap, kalo sekarang namanya lebih dikenal bullying. Yang melakukan itu pada saya adalah gank cewe populer sekelas PADA MASANYA. Itulah kenapa saya sangat benci hal-hal yang berbau bullying. Entah itu emotional bullying, physical bullying, cyber bullying, saya benci! That’s not cool. That’s not fair. Dan masa lalu itu juga yang membuat saya seringkali tidak bisa menahan air mata ketika melihat film, video, cerita atau apapun menyangkut bullying. Mengenai saya saat itu; I survived. Hardly.

 

SMP. Sejujurnya saya sangat lega bisa terlepas dari ancaman bullying yang saya alami di SD. Saya merasa sangat bebas. Rasanya tidak ada lagi tundukkan kepala karena takut dari arah mana saja ada kemungkinan saya diserang makhluk-makhluk sok oke itu. Di dua tahun masa SMP saya masih terlihat tenggelam diantara teman-teman lain karena bisa dibilang saat itu saya terdampar di kelas favorit. Tapi saya berjuang, hingga akhirnya sedikit membuahkan hasil. Setidaknya ngga bodo-bodo banget lah hahah! Di samping urusan sekolah, keadaan rumah tidak terlalu oke. So, kombinasi antara sekolah yang lumayan tapi dirumah ngga oke tidak juga bisa dibilang masa atau usia terbaik.

 

SMA. Hmm banyak yang bilang masa SMA itu masa paling indah. Saya setuju. Tapi bagi saya masih belum bisa jadi yang terbaik. Di SMA nilai akademik saya melesat naik dan tugas-tugas tersulit pun saya selesaikan dengan semangat. Walaupun saya masih ingat sekali saat tugas membuat Bussiness Plan sempat membuat saya menangis saking menantangnya haha! Tapi momen itu membuat saya merasa terpacu untuk all-out disetiap pengerjaan tugas, presentasi atau apapun. Dan… saya sukses menutup tahun ajaran SMA dengan cemerlang! Saya juga mendapat teman-teman baik yang masih berhubungan hingga sekarang. Saat itu adalah masa yang manis, tapi belum ngabret! 😉

 

Dunia kerja. Hanya empat bulan saya diam dirumah menghabiskan waktu sebagai pengangguran, lalu akhirnya terdampar di perusahaan bernama Ace Hardware. Tiga setengah tahun berarti rentang usia saya di 18 sampai 22 tahun adalah usia terbaik saya. Lupakanlah bagian cinta-cintaan yang full of drama itu :p Dalam aspek pekerjaan, saya merasa masa itu adalah pertama kalinya saya merasa diakui, dihormati, dihargai dan dirangkul karena pertama masuk kerja, saya sudah mendapat posisi yang sangat baik. Saya merasa jerih payah saya bekerja sangat bermanfaat dan berpengaruh :’) Di sisi finansial… waw, saya merasa sangat stabil. Jika sebelumnya masa sekolah kesulitan saya adalah di masalah keuangan, setelah bekerja tentu saja tidak lagi. Saya membayar bills, saya memenuhi kebutuhan sandang saya dengan baik, saya makan apapun yang ingin saya makan, saya melakukan apapun yang ingin saya lakukan. And I feel so fulfilled as a person that moment 🙂

 

Terlepas dari Ace, saat saya resign karena sesuatu hal, hidup saya masih stabil walaupun jarang menemukan saat-saat melesat ke atas. Semuanya baik saja saat ini, dan saya baik saja *ga ada yang nanya :p* Tapi itulah hidup, bukan?! Ada naik ada turun kayak rollercoaster katanya, just enjoy the ride!

 

Saat yang saya tunggu untuk saya jadikan usia terbaik saya adalah September nanti. Entah kenapa saya mematok usia 27 tahun untuk saya ngabret lagi. Saya berjanji pada diri sendiri bahwa di usia mendatang, saya akan bahagia. Sangat bahagia. Saya akan pergi jalan-jalan kemanapun saya mau, menyambut keindahan sekitar, membiarkan diri saya dirangkul semesta, menjadi pribadi bahagia lahir batin. Cukup sudah kesulitan menghadang langkah saya. Saya tak akan terjegal atau bahkan mundur. Saya akan sangat bahagia.

 

 

 

*Entah kenapa saya jadi emosional saat nulis ini :’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s