Novus Ordo Seclorum by Zaynur Ridwan #30HariMenulis Hari ke-1

“Yang menarik adalah beberapa film yang memberikan kode untuk peristiwa 911. Film-film ini bahkan dibuat jauh sebelum peristiwa runtuhnya menara kembar WTC yang kemudian menjadikan orang-orang Islam sebagai sasaran kemarahan. Film Terminator 2 yang dibuat tahun 1991 dan dibintangi Arnold Schwazenegger menampilkan catatan “Caution 9-11” di atas tembok dalam sebuah scene kejar-kejaran. Film Super Mario Bros malah menggambarkan kebakaran yang terjadi di dua menara WTC dengan kode 911. Film Godzilla tahun 1998 menampilkan catatan rekaman dengan tiga digit angka terakhir adalah 9.11. Termasuk juga pada scene ketika Broderick melihat jarum pada jam tangannya yang menunjuk ke arah angka 9 dan 11. Bahkan film anak-anak seperti The Rugrat in Paris secara tersembunyi memperlihatkan arah penerbangan pesawat menuju ke dua menara WTC. Dalam film kartun New York Vs Homer Simpson ditampilkan sebuah majalah berharga $9 dengan sampul gambar menara kembar WTC. Bila kau menyimak secara seksama, kau akan tahu angka-angkanya adalah $9-11.”

“Mereka terlibat dalam skandal menara kembar itu?”

“Bukan hanya terlibat,” Aurora menggeleng lalu mengerling pada Multazam, “merekalah yang merancang semuanya. Dan media membantu mendesain fitnah itu agar ditujukan pada umat Islam.”

 

Itu kutipan dari salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Judulnya Novus Ordo Seclorum (Tatanan Dunia Baru) dari Zaynur Ridwan. Buku ini termasuk kategori buku faksi yaitu fakta yang di-fiksi-kan atau fiksi yang disisipi fakta-fakta yang sudah terjadi atau tengah bergulir di masyarakat. Saya dapat rekomendasi ini dari seorang teman yang dengan meyakinkannya bilang

“Kamu harus baca buku ini.” and I said okay.

 

Kalau orang bilang bab awal adalah daya tarik sebuah buku yang harus dibikin menarik sama penulisnya, Zaynur ini nampaknya tidak terlalu oke untuk menarik pembaca agar merasa penasaran akan keseluruhan bukunya. Kenapa? Karena bagian pembukaan buku ini tidak terlalu menarik. Itu yang membuat saya tidak tertarik dan ‘mem-bangkai-kan’ pinjaman buku ini beberapa lama. Mungkin bahkan berbulan-bulan. Sampai akhirnya teman saya mengingatkan.

“Udah dibaca belum?” saya hanya cengengesan 😀

“Akan segera diselesaikan.” Akhirnya saya jawab, padahal baru baca 2 bab.

 

Dan terus terang saya terpaksa membacanya. Tapi… lalu kemudian BOOM! Ledakan-ledakan fakta yang mengejutkan membuat saya begadang hanya untuk menyelesaikan buku ini. Buku ini, sekali lagi, adalah novel atau fiksi yang di setiap bab-nya berpindah-pindah dari satu setting ke setting lainnya. Fakta disamarkan dengan beberapa cerita fiktif yang saling berhubungan. Tokoh-tokoh disini berusaha memecahkan kasus yang kesemuanya mempunyai keterkaitan. Petunjuk utama terdapat pada cetakan yang satu dolar Amerika Serikat. Satu-satunya uang kartal yang design-nya tidak pernah berubah.

 

Permainan segelintir orang untuk menjadi Tuhan ini bergerak dalam kelompok secret society seperti Freemason, Illuminati, Bohemian Grove dll. Tujuan yang mereka kejar adalah Program Depopulasi yaitu pengurangan besar-besaran jumlah populasi umat manusia. Mereka mengusahakan untuk memusnahkan 2/3 jumlah populasi dunia dan menyisakan 1/3 dibawah kontrol penguasa tunggal para Zionis.

 

Yap, memang terdengar mengerikan dan terdengar jauh dari jangkauan kita. Tapi faktanya tidak begitu. Teror yang mereka jalankan sudah sangat dekat dengan keseharian kita. Salah satu contohnya kutipan tadi diatas, doktrin melalui film Holywood. Doktrin yang mereka lancarkan sudah merasuk ke aktivitas kita sehari-hari dari film, musik, obat yang kita minum, produk-produk perawatan tubuh yang sudah sangat familar, makanan yang kita konsumsi sehari-hari sampai air yang kita pakai (bahaya dalam air sangat sulit dihindari). Ketika saya membaca itu, ide di pikiran saya mengatakan ‘Oke, saya tak akan mengkonsumsi dan memakai hal-hal itu lagi.’ Tapi pada prakteknya, itu hampir mustahil dilakukan. Ancaman-ancaman itu hampir tidak mungkin dihindari.

 

Dan ya, buku ini membuat saya agak paranoid walaupun saya tidak bisa melakukan apa-apa. Isinya membantu saya membuka mata lebih lebar, membuat saya mengangguk-angguk mengerti, berkerut kening karena bingung, membuat notes karena banyak hal yang sangat menarik dan saya merasa harus menelusuri lagi perpanjangan faktanya. Dan setelah membaca buku ini, saya semakin tertarik dan mencari buku-buku lain sejenis yang membahas isu semacam ini.

 

Mengutip lagi dari buku lain yang berkaitan dengan bahasan ini,

“Demi tujuan mempersatukan umat manusia dalam satu pemerintahan global maka krisis harus diciptakan dan musuh harus dicari. Bila tidak ada musuh, kita bisa memulainya dengan menyuarakan masalah-masalah lingkungan seperti pemanasan global, polusi, kemiskinan, penyebaran racun pada air minum, dan lain sebagainya. Hal ini akan berdampak pada perhatian serius media dan pemerintah.” –The first global revolution, 1991. Page 114-115

 

Pada akhirnya, saya hanya termangu… kenapa sesama makhluk hidup bisa berbuat sejahat ini?

novus_ordo_seclorum_by_nature_of_decay-d39j379

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s