Tiada Kesan Tanpa Tulisanmu #30HariMenulis Hari ke-30

Pertama-tama, mari merunut momen per momen, langkah per langkah perjalanan 30 hari menulis di tahun 2016 ini dari awal. Saya pilih ada 13 tema special dari keseluruhan 30 hari. Mariii…   Hari ke 1 tentang buku terbaik. Untuk saya pribadi, tema ini permulaan yang oke untuk ‘membakar’ semangat mengawali kegiatan tahunan menulis selama satu bulan penuh. Pasalnya, saya doyan baca buku dan lagipula hampir semua orang yang suka nulis, pasti suka baca buku juga. Dan kemarin kebetulan saya baru selesai baca buku yang pengen saya share, jadi tema hari pertama bisa dibilang bahannya sudah siap dan matang tinggal ditulis. Hari … Lanjutkan membaca Tiada Kesan Tanpa Tulisanmu #30HariMenulis Hari ke-30

Gaby & Kevin #30HariMenulis Hari ke-29

Gaby: Gaby gadis pemberani. Tak ada hal apapun dan siapapun yang mampu membuatnya sekedar terkejut. Apalagi takut. Hingga hari itu. Hari pertama ia melihat Kevin mati. Kevin mati. Akibat ulahnya sendiri.   Gaby memandang tubuh Kevin yang terbujur kaku tidak bergerak, wajahnya memancarkan kengerian, dia tidak menyangka bahwa trik sulap yang dilakukan oleh Kevin membuat nyawanya terenggut, trik yang dipersiapkan oleh mereka berdua dengan cukup lama dan teliti ternyata berakibat fatal, baru kali ini Gaby merasakan ketakutan dan kehilangan keberanian, dia hanya berdiri mematung, pikirannya kosong. ****** Musik techno mulai terdengar menghentak-hentak dari speaker yang sepertinya di stel dengan volume … Lanjutkan membaca Gaby & Kevin #30HariMenulis Hari ke-29

Here, I’ll tell you things #30HariMenulis Hari ke-28

This is interesting!   ***   Aku dipertemukan dengan Frani di suatu perkumpulan pelatihan menulis. Sejak awal aku tahu anak ini lebih special dari anak-anak seumurannya. Oh, saat kubilang anak,  maksudku tidak sekecil itu. Aku kala itu berusia 31 tahun dan Frani 21 tahun. Ia gadis yang bersemangat, cerdas dan sedikit tomboy. Sewaktu mengikuti pelatihan menulis, aku bisa melihat kobaran ambisinya begitu berapi-api untuk mengejar cita-citanya.   Suatu hari setelah workshop mingguan, Frani mengajakku untuk hangout di sebuah cafe sebelum pulang. Menimbang-nimbang waktu yang akan kami habiskan, kurasa masih bisa aku mengulur waktu pulang. Ia menumpang motorku dan kami memilih … Lanjutkan membaca Here, I’ll tell you things #30HariMenulis Hari ke-28

Trauma #30HariMenulis Hari ke-27

Dulu, saat saya lebih muda sebelum 2008, saat saya tak takut akan apapun, saya merasa ‘trauma’ adalah kelemahan. There’s no such thing as trauma. Bagi saya, teman yang tidak mau melewati jalan tertentu karena pernah ada kejadian ia memergoki pacarnya jalan dengan wanita lain bukan trauma, cuma emang dasar ga bisa move on aja.   Lalu kemudian semua berubah ketika (bukan negara api menyerang) April 2008 saya mengalami kecelakaan bersama kakak saya yang sedang mengendarai motor. Saya ada diposisi yang dibonceng dan kakak saya lalu menyenggol kakek-kakek yang bermaksud menyebrang jalan tapi ragu-ragu. Kejadiannya tidak terlalu cepat dan saya masih … Lanjutkan membaca Trauma #30HariMenulis Hari ke-27

My Summer We’ve Spent #30HariMenulis Hari ke-26

Aku sudah memutuskan untuk menghabiskan liburan musim panas di Indonesia. Aku sedang sedikit bosan dengan liburan musim panas yang hampir selalu dihabiskan di pantai, berapi unggun sambil minum-minum dan berpesta. Aku sedang haus akan pengalaman baru. Dari New York aku pergi sendiri ke Indonesia yang beda 12 jam. Sendirian dari sini tapi disana sudah ada teman yang akan menemani. Namanya Nadya, kami bertemu tahun lalu ketika kami sama-sama sedang melancong di Australia. Kami memutuskan untuk bertemu kembali tapi di negara masing-masing. Kali ini di negaranya, mungkin tahun depan atau lain kali aku yang akan jadi tuan rumah untuk Nadya.   … Lanjutkan membaca My Summer We’ve Spent #30HariMenulis Hari ke-26

Politic #30HariMenulis Hari ke-25

Mimpi apa saya ujug-ujug ditantang untuk bikin non-fiksi politik? Hmm…   Bahasan politik itu ranahnya luas. Maka dari itu saya mempersempit pembahasan dengan mengambil satu tokoh politik saja untuk dibicarakan. Dari kemarin saya sudah kepikiran untuk bahas sepak terjang Donald Trump saja di bidang politiknya. Kenapa tiba-tiba kepikiran dia? Karena banyak berita dia yang rasanya heboh banget dan saya belum tahu apa-apa tentang dia, yang mana di kesempatan ini jadi bisa baca-baca tentang Trump. I just want to know what to hate and what to like about him *eh!   Nah, sampai sekarang saya baru selesai baca-baca banyak artikel tentang … Lanjutkan membaca Politic #30HariMenulis Hari ke-25

What I hate #30HariMenulis Hari ke-24

Ditutup-tutupin ga pengen curcol juga tetep aja temanya memaksa untuk (sedikit) curcol :p   So, let’s make it quick. Hal-hal yang saya benci adalah sebagai berikut;   Asap rokok. Hmm, ini mah benci banget! Semua orang dirumah ngerokok, tapi kalo ada yang berani ngerokok di kamar saya, pasti akan serta-merta saya usir! Saya benci harus ‘dihukum’ dengan kesesakkan asap rokok yang dihembuskan orang lain sementara saya dengan sangat penuh kasih sayangnya merawat paru-paru saya. Paling benci lagi asap rokok Marlboro, saya benar-benar bisa membedakan karena baunya lebih tajam dan lebih bikin sesak. Yang paling-paling saya benci lagi adalah situasi pagi-pagi, … Lanjutkan membaca What I hate #30HariMenulis Hari ke-24

Lala dan Dudu #30HariMenulis Hari ke-23

Matahari sudah terbenam, pencahayaan dibantu lampu-lampu taman. Dua sejoli yang baru saja jadian mengendarai motor. Sang pengendara kemudian menghentikan laju kendaraannya di sisi taman alun-alun Cimahi. “Disini aja A?” kata Lala sang pujaan hati agak heran. “Iya, disini aja, enak kan tempatnya? Lampunya kuning jadi kerasa hangat.” Dudu mencoba romantis. “Ngga ah, tetep dingin.” Sahut Lala polos sambil merapatkan jaket. Ia turun dari motor, diikuti Dudu yang lalu mengeluarkan borgol dari tas selempang kecilnya. “Eh, mau ngeborgol siapa, Aa?” Lala sontak kaget. “Ini buat Aa” dengan santai Dudu memborgol dirinya sendiri dan lubang satunya lagi dikaitkan ke stang motor bekjul … Lanjutkan membaca Lala dan Dudu #30HariMenulis Hari ke-23

Oprah Gail Winfrey #30HariMenulis Hari ke-22

Oprah Gail Winfrey yang dikenal luas dengan nama Oprah Winfrey lahir Januari 1954 di Mississippi merupakan salah satu tokoh yang saya kagumi. Namanya melambung dan mengantarkannya menjadi seorang selebriti sekaligus masuk daftar miliarder dunia setelah membawakan sebuah acara talk show yang bertajuk The Oprah Winfrey Show. Di dalam acara bincang-bincang tersebut Oprah bersama narasumber lain yang diundang membicarakan hot issue yang sedang bergulir di masyarakat.   Yang menarik adalah ketika saya membaca sebuah artikel mengenai masa lalunya. Sewaktu ia berusia sembilan, ia mengalami pelecehan seksual oleh saudaranya sendiri. Pada umur empat belas tahun, ia hamil dan bayinya meninggal tak lama … Lanjutkan membaca Oprah Gail Winfrey #30HariMenulis Hari ke-22

Bedanya #30HariMenulis Hari ke-21

Saya terlahir dari keturunan Padang dan Garut tapi dari lahir, tumbuh, sekolah, cari duit ya di Bandung. Susah juga sih kalo ditanya bisa bahasa Padang ngga? Atau bisa basa Sunda ngga? Jawabannya ngga untuk kedua pertanyaan tersebut *ditombak leluhur Padang dan Sunda*. Masalahnya, karena dari kecil memang selalu dibiasakan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Jikapun saya berbasa Sunda yang sebagian besar saya dapat dari pergaulan teman-teman sehari-hari, ya basa Sunda kasar. Bukannya bilang “Punten eta mastakana, abi kahalangan” saya malah bilang “Punten eta huluna, abi kahalangan.” Hahaha! Makanya saat berbicara dengan orang yang tidak terlalu dekat atau orang asing sama sekali, … Lanjutkan membaca Bedanya #30HariMenulis Hari ke-21