Berhijab

Semuanya berawal begitu saja tanpa aba-aba. Tahun 2010 saya bergabung dengan sebuah workshop kepenulisan yang secara kebetulan didalamnya juga tergabung hampir 10 anggota lain yang mayoritas perempuan. Anggota dan pengurusnya hampir semua berhijab. Saya belum berhijab. Mereka tidak mempermasalahkan itu dan saya pun tidak merasa terintimidasi berada dalam lingkungan islami seperti itu karena saya pun merasa saya seorang Muslim. Jadi tak ada bedanya antara kami kecuali pemakaian hijab.   Saya merasa saat itu Allah menyadarkan saya dengan petunjuknya yang lembut. Saat suatu sore di perjalanan pulang dari workshop saya berkontemplasi. Pikiran dan hati berdialog. Dan dari segala pertanyaan dan jawaban … Lanjutkan membaca Berhijab

#30harimenulis 30 Kenapa Menulis?

Because the biggest lie I tell myself is “I don’t need to write that down, I’ll remember it”. Meh! Seringkali saya memutuskan untuk tidak mencatat apapun ide yang melintas di otak saya dan meyakinkan diri bahwa saya akan mengingatnya dan tidak mungkin lupa. Berhasil? Seringnya ngga LOL. Lebih ngga tau diri lagi karena saya ngga nyadar kalau saya ini seseorang yang lumayan pelupa. Jangankan untuk ide yang munculnya random lalu gampang menghilang, mengingat hari atau tanggal pun kadang saya harus diingatkan berkali-kali. Saya ini seorang ‘quotes hoarder’, penimbun banyak quotes bagus (dan kasar), jadi rasanya suka agak-agak gondok gitu kalau … Lanjutkan membaca #30harimenulis 30 Kenapa Menulis?

#30harimenulis 29 5 Movies That Surprisingly Good!

I admit, tulisan ini (dan tulisan kemarin) adalah ‘antologi’ dari caption-caption IG saya yang ngereview film-film yang baru saya tonton. Mohon dimaklum karena lagi banyak urusan dan waktu makin sempit sekali rasanya minggu ini ( ) Kedua, HATI-HATI. Tulisan ini penuh dengan spoilerrr *evil smirk* Heerree we gooo! Saya (entah sejak kapan) jadi penggemar film sejarah Jerman, khususnya tentang Nazi dan yak, lagi-lagi ini film tentang Nazi. Kali ini becandaan plot twist-nya kelewatan! Dan saya ngga ngira Remember yang dibintangi kakek-kakek sebagai peran utamanya ini akan menghasilkan cerita yang bagus. Giling! Saya dipermainkan! Jadi ceritanya ada seorang kakek bernama Zev … Lanjutkan membaca #30harimenulis 29 5 Movies That Surprisingly Good!

#30harimenulis 28 5 Film yang Nyesel Ditonton

Baiklah! Kali ini saya mau share 5 film yang saya sesali setelah nontonnya karena berbagai macam alasan. Ini mah bener-bener tergantung penikmat filmnya. Tapi biasanya, utamanya, karena cerita yang ngga menarik buat saya. Cuss! Kalo di lagu dibilang medley, kalo di buku dibilang antologi, kalo di film katanya dibilang omnibus. Love Actually ini macam begitu, beberapa cerita dijejalkan di sebuah film. Sejujurnya saya berharap banyak karena casts-nya yang keren-keren, tapi dengan konsep cerita umplek-umplekan gitu sayangnya jadi ngga maksimal. Membahas tentang casts yang (WAW) bagaikan British All Stars turun semua, karya ini (duh) dibawah ekspektasi. Cerita yang dibahas serabutan dan … Lanjutkan membaca #30harimenulis 28 5 Film yang Nyesel Ditonton

#30harimenulis 27 Bestfriends

Typical libur lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tidak pernah pergi kemanapun. Dua kampung saya; Garut dan Bukittinggi rasanya (duh) terlalu jauh untuk dikunjungi. Dan alternatif mengisi liburan dengan jalan-jalan pun bukan hal yang menggoda mengingat (you know) edannya kepadatan lalu lintas yang sudah sangat bisa terbayangkan. Menonton liputan arus mudik, arus balik, arus liburan di tempat-tempat wisata sudah cukup bisa bikin saya menyerah duluan. Cari aman, maka saya selalu stay dirumah saja. Tapi, tentu ngga hanya stay dirumah seminggu penuh. Sebelumnya sebulan Ramadhan saya ‘mengurung diri’ sengaja tidak banyak membuat acara ketemuan atau bukber seperti dulu-dulu kecuali kalo saya dengan … Lanjutkan membaca #30harimenulis 27 Bestfriends

#30harimenulis 26 Free In Peace

Mataku terbuka di pagi yang hening dan indah. Aku terduduk di ranjang mencoba mengumpulkan nyawaku, tapi tak ada apapun disana. Kakiku menelusuri permukaan tak rata lantai kayu yang dinginnya khas. Kemudian aku membuka pintu menuju balkon yang menghadap ke hamparan sawah berundak-undak. Kabut sejuk menyapa mata dengan cantiknya. Lalu aku teringat bahwa malam sebelumnya aku mengalami kesulitan bernafas, sendirian, meronta-ronta dikamar. Karena lagipula tak ada siapapun lagi di rumah selain asisten rumah tangga yang biasa in charge di rumah sesiangan. Setelah berjuang mencari-cari peluang sekecil apapun untuk menyambung nafas, kupikir kenapa aku tak mencoba menyerah saja? Pada akhirnya aku melepas … Lanjutkan membaca #30harimenulis 26 Free In Peace

#30harimenulis 25 It’s Over. But Not Really.

Berakhir sudah satu bulan penuh rahmat itu. Yang disambut suka cita dan dilepas dengan dua asa; sedih karena berakhirnya bulan romansa hamba dengan Allah dan gembira menyambut hari kemenangan. Kemenangan setelah sebulan penuh menaklukan hawa nafsu. Itu deskripsi kasar yang seharusnya jadi perasaan yang sama dari semua muslim. Kenyataannya begitu? Tidak juga. Paling tidak menurut saya. Menahan lapar dan haus mudah saja sebenarnya, tapi ujian terberat adalah hawa nafsu emosi yang harus dikendalikan. Saya jadi berpikir, seringkali kita dengar percakapan “Puasanya tamat ga?” “Tamat donk, udah gede, udah terbiasa.” Tapi kenapa hal yang sama agak sulit untuk menjawab pertanyaan “Udah … Lanjutkan membaca #30harimenulis 25 It’s Over. But Not Really.

#30harimenulis 24 Segera

Kemarin libur kerja hari pertama saya berinisiatif untuk ziarah kubur ke makam Bapak walaupun hari raya masih 2 hari lagi (kalau ngga berubah). Kenapa curi start? Karena ziarah hari raya tahun lalu lumayan bikin trauma gara-gara penuhnya ya ampuunn merasa terkepung ditengah lautan manusia di gerbang masuk komplek pemakaman sampai setiap langkah majunya cuma satu inchi-satu inchi. Serius ini. Ngeri banget. Maka pergilah saya kemarin selepas tengah hari sendiri kesana. Saat masuk sepi sekali walaupun pas masuk ada rombongan yang nampaknya baru menguburkan jenazah tapi selain dari itu peziarah yang saya lihat bisa dihitung dengan jari. Siang yang cukup mendung … Lanjutkan membaca #30harimenulis 24 Segera

#30harimenulis 23 13 Reasons Why Season 1 *spoiler alert*

“They’re in pain, I’m in pain, highschool’s painful. Get over it.” ——————- Setelah feed media sosial beberapa waktu dipenuhi dengan review serial remaja ’13 reasons why’, akhirnya saya penasaran juga apa yang bikin orang-orang mengacungi jempol untuk cerita ini. Walaupun sekilas temanya memang membuat saya tertarik, yaitu mengenai BULLYING. Maraton lah saya nonton Bryce Walker dan kawan-kawan beraksi. Ceritanya, Hannah Baker merasa hidupnya ga cocok sm lingkungan sekolahnya walaupun berkali-kali mencoba cari temen, mingle di pesta sekolah dan lain-lain. Antara emang orangnya kaku, ga terbuka dan sering sial juga. Berawal dari ‘deket’ sama orang yang salah yang menyebarkan ‘foto’ Hannah … Lanjutkan membaca #30harimenulis 23 13 Reasons Why Season 1 *spoiler alert*

#30harimenulis 22 13 reasons why TNT

13 alasan untuk menyukai atau tidak menyukai film/buku? Kebanyakan Saya lagi-lagi mau bahas buku-buku Naked Traveler by Trinity karena sejauh ini belum ada lagi buku yang kasih ke saya pengaruh yang kuat kayak Naked Traveler. Semoga sampai 13 poin ya! Tulisan menarik! Jadi, seperti yang pernah saya bahas, setiap bab dari bukunya itu ngga terpaku pada perjalanan di satu lokasi tapi membahas bagian-bagian yang terkait dengan traveling. Misalnya satu bab tentang airport, bab lain tentang pantai tercantik, bab berikutnya tentang cinta lokasi dan lain-lain. Awalnya membingungkan, memang. Tapi lama-lama ngga masalah,sih. Gaya bahasa santai. Ngga pakai kata-kata baku. Malah kadang … Lanjutkan membaca #30harimenulis 22 13 reasons why TNT